KABUPATEN BANDUNG – Kondisi musim kemarau panjang mulai memberikan perubahan pada kondisi objek wisata Kawah Putih, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Debit air di danau kawah vulkanik tersebut mengalami penyusutan cukup signifikan. Bahkan, volume air saat ini diperkirakan hanya tersisa setengahnya dibandingkan kondisi normal.
Manager Klaster Ciwidey PT Palawi Risorsis, Dudung Suhaeri, mengatakan kondisi air yang ada di Kawah Putih yang mengalami penyusutan saat musim kemarau merupakan fenomena yang biasa terjadi.
“Kondisi ini biasa pada saat kemarau karena memang danau ini tidak bersumber dari sumber air. Ini kayak tampungan air hujan. Jadi saat kemarau menyusut cukup drastis,” ujarnya kepada awak media.
Dudung menyebut penyusutan volume air yang terjadi saat ini sudah berada di kisaran 50 persen dari kondisi normal. Meski demikian, Dudung memastikn bahwa kondisi tersebut bersifat sementara.
“Kalau kita lihat penampakannya sudah memasuki 50 persen dari kondisi air yang ada, untuk penyusutannya. Kalau nanti kembali hujan juga bakal cepat sekali begitu normalnya,” katanya.
Menariknya, Dudung mengungkapkan bahwa perubahan kondisi danau di musim kemarau tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan, terutama mereka yang gemar fotografi.
“Belum ada pengaruh ke tingkat kunjungan. Dari sisi fotografi juga memang ada yang senang dengan surut begitu karena ada bibir pantai begitu. Jadi dari sisi foto juga menarik begitu seperti itu,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi, terlihat genangan air berwarna putih kehijauan kini lebih banyak berada di bagian tengah kawah. Sementara di tepian yang biasanya tertutup air mulai mengering.
Di mana, surutnya air tersebut membuat batuan berwarna putih yang ada di sekitar tepian danau kawah pun semakin terlihat dan membentuk hamparan yang cukup luas disekitarnya.
Sejumlah pengunjung memanfaatkan area tepian yang mengering sebagai lokasi untuk berswafoto bersama keluarga. Pengunjung lainnya juga ada memilih menikmati pemandangan Kawah Putih.
Di sisi lain terlepas dari itu semua, tingkat kunjungan wisatawan ke Kawah Putih justru sempat mengalami peningkatan pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dudung menyebut peningkatan itu berada di luar perkiraan karena pada tahun-tahun sebelumnya jumlah wisatawan biasanya cenderung menurun secara perlahan setelah memasuki periode tertentu.
“Ya kemarin pas menjelang Agustus tuh cukup naik dan bahkan di luar dugaan yang biasanya tahun-tahun kemarin itu turun landai begitu. Ada sekitar 5.000 kunjungan setiap harinya pas kemarin,” ujarnya. (*)
